REMBUG STUNTING KALURAHAN TAMBAKROMO

       

Tambakromo – Kegiatan Rembug Stunting Kalurahan Tambakromo yang dilaksanakan di Balai Kalurahan Tambakromo, Kapanewon Ponjong, Rabu (8/7/2026) dimulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi lintas sektor dalam menyusun langkah strategis percepatan penurunan stunting di tingkat kalurahan.

Hadir Lurah Tambakromo, Ketua Bamuskal, perwakilan Kapanewon Ponjong, Puskesmas Ponjong II, KUA Ponjong, Pendamping Desa Totok Suharyadi, ST dan Pendamping Lokal Desa Dwi Yunianto S, S.Pd, kader kesehatan, serta unsur terkait lainnya.

Lurah Tambakromo, Bapak Sudigdo, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa rembug stunting merupakan forum penting untuk menyamakan persepsi dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan layanan kesehatan, khususnya posyandu.

“Saat ini masih terdapat sekitar 18 anak yang masuk kategori stunting di Kalurahan Tambakromo. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar angka prevalensi stunting dapat terus ditekan,” ujarnya.

Lurah Tambakromo menjelaskan bahwa berbagai hasil Rembug Stunting Tahun 2025 telah direalisasikan, diantaranya melalui pemberian makanan tambahan, penyuluhan gizi, penambahan sarana dan prasarana posyandu, serta pemberian insentif bagi kader kesehatan. Namun, rencana peningkatan insentif kader belum dapat direalisasikan akibat adanya penyesuaian anggaran dana desa.

Ketua Bamuskal, menyampaikan bahwa pelaksanaan rembug stunting merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung percepatan penurunan stunting sebagaimana kebijakan nasional. Menurutnya, forum ini menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dan komitmen bersama dalam pencegahan serta penanganan stunting.

Sementara itu, Kepala Jawatan Praja Kapanewon Ponjong, Jaka Sularsa, S.Sos mengapresiasi terselenggaranya kegiatan rembug stunting sebagai sarana menyamakan persepsi serta memastikan tersedianya data yang akurat sebagai dasar penyusunan program.

Ia menjelaskan bahwa stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya pemenuhan gizi dan kondisi sanitasi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan validasi data sasaran secara terpadu, mulai dari ibu hamil, ibu dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK), calon pengantin, bayi dan balita stunting, hingga sinkronisasi data antara posyandu, puskesmas, dan lintas sektor.

Kehadiran Kepala KUA Ponjong dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Kementerian Agama terhadap program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting. Melalui peran penyuluh agama dan program Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin (Bimwin Catin), KUA turut berkontribusi dalam membangun keluarga sehat, meningkatkan pemahaman tentang gizi, kesehatan reproduksi, serta pentingnya pencegahan stunting sejak sebelum pernikahan.

Melalui sinergi seluruh unsur pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan lembaga terkait, diharapkan upaya percepatan penurunan stunting di Kalurahan Tambakromo dapat berjalan secara optimal sehingga terwujud generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Totok_PD


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyaluran BLT Kalurahan Karangasem