REMBUG
STUNTING KALURAHAN SUMBERGIRI
Sumbergiri
– Kegiatan Rembug Stunting Kalurahan Sumbergiri yang dilaksanakan di Balai
Kalurahan Sumbergiri, Kapanewon Ponjong, Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini menjadi
forum koordinasi lintas sektor dalam menyusun langkah strategis percepatan
penurunan stunting di tingkat kalurahan.
Hadir Lurah
Sumbergiri, Ketua Bamuskal, perwakilan Kapanewon Ponjong, Puskesmas Ponjong I,
KUA Ponjong, Pendamping Desa Totok Suharyadi, ST dan Pendamping Lokal Desa Dwi
Yunianto S, S.Pd dan Wiwi Triastuti, kader kesehatan, serta unsur terkait
lainnya.
Lurah Sumbergiri,
Suharjono, A.Md, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan terima kasih
kepada seluruh peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa rembug stunting
merupakan forum penting untuk menyamakan persepsi dalam upaya meningkatkan
kualitas sumber daya manusia melalui penguatan layanan kesehatan, khususnya
posyandu.
“Saat ini masih terdapat
sekitar 20 anak yang masuk kategori stunting di Kalurahan Sumbergiri. Oleh
karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar
angka prevalensi stunting dapat terus ditekan,” ujarnya.
Suharjono menjelaskan
bahwa berbagai hasil Rembug Stunting Tahun 2025 telah direalisasikan,
diantaranya melalui pemberian makanan tambahan, penyuluhan gizi, penambahan
sarana dan prasarana posyandu, serta pemberian insentif bagi kader kesehatan.
Namun, rencana peningkatan insentif kader belum dapat direalisasikan akibat
adanya penyesuaian anggaran dana desa.
Ketua Bamuskal
Sumbergiri, Bambang, menyampaikan bahwa pelaksanaan rembug stunting merupakan
bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung percepatan penurunan stunting
sebagaimana kebijakan nasional. Menurutnya, forum ini menjadi wadah untuk
memperkuat koordinasi dan komitmen bersama dalam pencegahan serta penanganan
stunting.
Sementara itu, Kepala
Jawatan Kemakmuran Kapanewon Ponjong, Etik Sismawati, S.Sos mengapresiasi
terselenggaranya kegiatan rembug stunting sebagai sarana menyamakan persepsi
serta memastikan tersedianya data yang akurat sebagai dasar penyusunan program.
Ia menjelaskan bahwa
stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya pemenuhan gizi dan
kondisi sanitasi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan validasi data sasaran
secara terpadu, mulai dari ibu hamil, ibu dengan Kekurangan Energi Kronis
(KEK), calon pengantin, bayi dan balita stunting, hingga sinkronisasi data
antara posyandu, puskesmas, dan lintas sektor.
Komentar
Posting Komentar