REMBUG
STUNTING KALURAHAN SIDOREJO
Sidorejo
– Kegiatan Rembug Stunting Kalurahan Sidorejo yang dilaksanakan di Balai
Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Ponjong, Senin (6/7/2026) dimulai pukul 13.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi forum koordinasi lintas sektor dalam menyusun langkah
strategis percepatan penurunan stunting di tingkat kalurahan.
Hadir Carik Sidorejo
mewakili Lurah, Ketua Bamuskal, perwakilan Kapanewon Ponjong, Puskesmas Ponjong
II, KUA Ponjong, Pendamping Desa Totok Suharyadi, ST, Tika Susanti, S.Pd dan
Pendamping Lokal Desa Dwi Yunianto S, S.Pd dan Wiwi Triastuti, kader kesehatan,
serta unsur terkait lainnya.
Carik Sidorejo, Ibu Mega,
dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh
peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa rembug stunting merupakan forum penting
untuk menyamakan persepsi dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia
melalui penguatan layanan kesehatan, khususnya posyandu.
“Saat ini masih terdapat
sekitar 55 anak yang masuk kategori stunting di Kalurahan Sidorejo. Oleh karena
itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar angka
prevalensi stunting dapat terus ditekan,” ujarnya.
Carik Sidorejo
menjelaskan bahwa berbagai hasil Rembug Stunting Tahun 2025 telah
direalisasikan, diantaranya melalui pemberian makanan tambahan, penyuluhan
gizi, penambahan sarana dan prasarana posyandu, serta pemberian insentif bagi
kader kesehatan. Namun, rencana peningkatan insentif kader belum dapat
direalisasikan akibat adanya penyesuaian anggaran dana desa.
Ibu Etik Sismawati, S.Sos
selakuk Kepala Jawatan Kemakmuran, menyampaikan bahwa pelaksanaan rembug
stunting merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung percepatan
penurunan stunting sebagaimana kebijakan nasional. Menurutnya, forum ini
menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dan komitmen bersama dalam pencegahan
serta penanganan stunting.
Sementara itu, Kepala
Jawatan Praja Kapanewon Ponjong, Jaka Sularsa, S.Sos mengapresiasi
terselenggaranya kegiatan rembug stunting sebagai sarana menyamakan persepsi
serta memastikan tersedianya data yang akurat sebagai dasar penyusunan program.
Ia menjelaskan bahwa
stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya pemenuhan gizi dan
kondisi sanitasi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan validasi data sasaran
secara terpadu, mulai dari ibu hamil, ibu dengan Kekurangan Energi Kronis
(KEK), calon pengantin, bayi dan balita stunting, hingga sinkronisasi data
antara posyandu, puskesmas, dan lintas sektor.
Kehadiran Kepala KUA
Ponjong dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Kementerian Agama terhadap
program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting. Melalui peran penyuluh
agama dan program Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin (Bimwin Catin), KUA
turut berkontribusi dalam membangun keluarga sehat, meningkatkan pemahaman
tentang gizi, kesehatan reproduksi, serta pentingnya pencegahan stunting sejak
sebelum pernikahan.
Melalui sinergi seluruh
unsur pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan lembaga terkait,
diharapkan upaya percepatan penurunan stunting di Kalurahan Sidorejo dapat
berjalan secara optimal sehingga terwujud generasi yang sehat, cerdas, dan
berkualitas. Totok_PD
Komentar
Posting Komentar