REMBUG
STUNTING KALURAHAN GOMBANG
Gombang
– Kegiatan Rembug Stunting Kalurahan Gombang yang dilaksanakan di Balai
Kalurahan Gombang, Kapanewon Ponjong, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini menjadi
forum koordinasi lintas sektor dalam menyusun langkah strategis percepatan
penurunan stunting di tingkat kalurahan.
Hadir Lurah Gombang,
Ketua Bamuskal, perwakilan Kapanewon Ponjong, Puskesmas Ponjong II, KUA
Ponjong, Pendamping Desa Totok Suharyadi, ST, Tika Susanti, S.Pd dan Pendamping
Lokal Desa Dwi Yunianto S, S.Pd dan Wiwi Triastuti, kader kesehatan, serta
unsur terkait lainnya.
Lurah Gombang, Supriyanto,
dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh
peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa rembug stunting merupakan forum penting
untuk menyamakan persepsi dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia
melalui penguatan layanan kesehatan, khususnya posyandu.
“Saat ini masih terdapat
sekitar 19 anak yang masuk kategori stunting di Kalurahan Gombang. Oleh karena
itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar angka
prevalensi stunting dapat terus ditekan,” ujarnya.
Supriyanto menjelaskan
bahwa berbagai hasil Rembug Stunting Tahun 2025 telah direalisasikan,
diantaranya melalui pemberian makanan tambahan, penyuluhan gizi, penambahan
sarana dan prasarana posyandu, serta pemberian insentif bagi kader kesehatan.
Namun, rencana peningkatan insentif kader belum dapat direalisasikan akibat
adanya penyesuaian anggaran dana desa.
Ketua Bamuskal Gombang,
menyampaikan bahwa pelaksanaan rembug stunting merupakan bagian dari upaya
pemerintah dalam mendukung percepatan penurunan stunting sebagaimana kebijakan
nasional. Menurutnya, forum ini menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dan
komitmen bersama dalam pencegahan serta penanganan stunting.
Sementara itu, Kepala
Jawatan Praja Kapanewon Ponjong, Jaka Sularsa, S.Sos mengapresiasi
terselenggaranya kegiatan rembug stunting sebagai sarana menyamakan persepsi
serta memastikan tersedianya data yang akurat sebagai dasar penyusunan program.
Ia menjelaskan bahwa
stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya pemenuhan gizi dan
kondisi sanitasi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan validasi data sasaran
secara terpadu, mulai dari ibu hamil, ibu dengan Kekurangan Energi Kronis
(KEK), calon pengantin, bayi dan balita stunting, hingga sinkronisasi data
antara posyandu, puskesmas, dan lintas sektor.
Kehadiran Kepala KUA
Ponjong dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Kementerian Agama terhadap
program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting. Melalui peran penyuluh
agama dan program Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin (Bimwin Catin), KUA
turut berkontribusi dalam membangun keluarga sehat, meningkatkan pemahaman
tentang gizi, kesehatan reproduksi, serta pentingnya pencegahan stunting sejak
sebelum pernikahan.
Melalui sinergi seluruh
unsur pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan lembaga terkait,
diharapkan upaya percepatan penurunan stunting di Kalurahan Gombang dapat
berjalan secara optimal sehingga terwujud generasi yang sehat, cerdas, dan
berkualitas. Totok_PD
Komentar
Posting Komentar