REMBUG
STUNTING KALURAHAN BEDOYO
Bedoyo
– Kegiatan Rembug Stunting Kalurahan Bedoyo yang dilaksanakan di Balai
Kalurahan Bedoyo, Kapanewon Ponjong, Kamis (9/7/2026) dimulai pukul 09.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi forum koordinasi lintas sektor dalam menyusun langkah
strategis percepatan penurunan stunting di tingkat kalurahan.
Hadir Lurah Bedoyo,
Ketua Bamuskal, perwakilan Kapanewon Ponjong, Puskesmas Ponjong II, KUA
Ponjong, Pendamping Desa Totok Suharyadi, ST dan Pendamping Lokal Desa Dwi
Yunianto S, S.Pd, kader kesehatan, serta unsur terkait lainnya.
Lurah Bedoyo, Bapak Sulardi,
S.Pd, M.Pd, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan terima kasih
kepada seluruh peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa rembug stunting
merupakan forum penting untuk menyamakan persepsi dalam upaya meningkatkan
kualitas sumber daya manusia melalui penguatan layanan kesehatan, khususnya
posyandu.
“Saat ini masih terdapat
sekitar 17 anak yang masuk kategori stunting di Kalurahan Bedoyo. Oleh karena
itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar angka
prevalensi stunting dapat terus ditekan,” ujarnya.
Lurah Bedoyo menjelaskan
bahwa berbagai hasil Rembug Stunting Tahun 2025 telah direalisasikan,
diantaranya melalui pemberian makanan tambahan, penyuluhan gizi, penambahan
sarana dan prasarana posyandu, serta pemberian insentif bagi kader kesehatan.
Serta bekerjasama dengan PT Sugih Alam untuk memberikan alat Kesehatan untuk
posyandu dan Puskesmas serta memberi PMT bagi balita stunting di Kalurahan
Bedoyo.
Ketua Bamuskal,
menyampaikan bahwa pelaksanaan rembug stunting merupakan bagian dari upaya
pemerintah dalam mendukung percepatan penurunan stunting sebagaimana kebijakan
nasional. Menurutnya, forum ini menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi dan
komitmen bersama dalam pencegahan serta penanganan stunting.
Sementara itu, Pendamping
Desa Ponjong mengapresiasi terselenggaranya kegiatan rembug stunting sebagai
sarana menyamakan persepsi serta memastikan tersedianya data yang akurat
sebagai dasar penyusunan program.
Ia menjelaskan bahwa
stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya pemenuhan gizi dan
kondisi sanitasi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan validasi data sasaran
secara terpadu, mulai dari ibu hamil, ibu dengan Kekurangan Energi Kronis
(KEK), calon pengantin, bayi dan balita stunting, hingga sinkronisasi data
antara posyandu, puskesmas, dan lintas sektor.
Kehadiran Kepala KUA
Ponjong dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Kementerian Agama terhadap
program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting. Melalui peran penyuluh
agama dan program Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin (Bimwin Catin), KUA
turut berkontribusi dalam membangun keluarga sehat, meningkatkan pemahaman
tentang gizi, kesehatan reproduksi, serta pentingnya pencegahan stunting sejak
sebelum pernikahan.
Melalui sinergi seluruh
unsur pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan lembaga terkait,
diharapkan upaya percepatan penurunan stunting di Kalurahan Bedoyo dapat
berjalan secara optimal sehingga terwujud generasi yang sehat, cerdas, dan
berkualitas. Totok_PD
Komentar
Posting Komentar