MONEV KETAHANAN PANGAN & RENCANA
PENGEMBANGAN UNIT USAHA TAHUN 2026 BUMDES MAKMUR SAWAHAN
KAPANEWON PONJONG
Sawahan – Rabu, 18
Februari 2026 Pemerintah Kalurahan Sawahan bersama Tim Monev Kapanewon Ponjong
melakukan monitoring dan evaluasi (monev program ketahanan pangan yang dikelola
BUMDes “Makmur Sawahan” di wilayah Kapanewon Ponjong. Kegiatan ini difokuskan
pada rencana pengembangan unit usaha peternakan bebek petelur dengan kapasitas
awal sekitar 600 ekor.
Direktur BUMDes “Makmur Sawahan”
menyampaikan bahwa usaha bebek petelur ini merupakan bagian dari strategi
penguatan ketahanan pangan desa sekaligus peningkatan Pendapatan Asli Desa
(PADes). “Tahap awal kami menyiapkan kandang untuk kurang lebih 600 ekor bebek
petelur. Harapannya, produksi telur dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal serta
mendukung stabilitas pangan masyarakat,” ujarnya.
Tim monev meninjau kesiapan
lokasi kandang, sistem sanitasi, ketersediaan sumber air, serta manajemen pakan
dan kesehatan ternak. Dari hasil peninjauan, lokasi dinilai cukup representatif
dan jauh dari permukiman padat, sehingga meminimalkan dampak lingkungan. Namun,
tim memberikan beberapa catatan, di antaranya perlunya penguatan sistem
pencatatan administrasi usaha, perencanaan manajemen risiko penyakit ternak,
serta pelatihan teknis bagi pengelola kandang.
Pendamping desa yang turut hadir
menegaskan pentingnya perencanaan usaha yang matang, mulai dari analisis biaya
produksi, proyeksi hasil telur per hari, hingga strategi pemasaran. Dengan
estimasi produktivitas rata-rata 70–80 persen, dari 600 ekor bebek diharapkan
mampu menghasilkan sekitar 420–480 butir telur per hari pada masa produksi
optimal.
Program ini sejalan dengan
kebijakan pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung ketahanan pangan dan
pengembangan unit usaha produktif BUMDes. Selain membuka peluang lapangan kerja
bagi warga sekitar, usaha bebek petelur juga diharapkan dapat mendorong kemandirian
ekonomi kalurahan.
Lurah setempat mengapresiasi
inisiatif BUMDes “Makmur Sawahan” dan berharap pengelolaan dilakukan secara
profesional dan transparan. “Kami berharap unit usaha ini benar-benar menjadi
penggerak ekonomi desa dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tuturnya.
Melalui kegiatan monev ini,
pemerintah kalurahan berkomitmen memastikan setiap program ketahanan pangan
berjalan efektif, akuntabel, dan berkelanjutan demi terwujudnya desa yang
mandiri dan sejahtera. DwiYunianto_Pld
Komentar
Posting Komentar